Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.(Thomas Alva Edison). Berawal dari tekad tiga sahabat untuk mendapatkan rekomendasi Bupati Jepara. Saya dan dua sahabat saya, pertama kali berusaha silaturrahmi ke kediaman Bupati Jepara namun belum membuahkankan hasil. Ternyata kedatangan kami harus lebih awal.
Dua malam berikutnya saya dan dua sahabat saya datang lebih awal namun sekali lagi ternyata beliau ada acara rapat sehingga gagal untuk yang kedua kali. Kami sudah mulai mearasa letih dengan semua ini, dua sahabatku yang mulai kendor semangatnya. Yang satu seperti sudah tidak butuh, cuek, yang satunya lagi sensitif mudah tersinggung. Saya semakin serba salah dalam mengambil sikap terhadap kedua sahabat saya.
Malam berikutnya saya pun tetap berusaha ketiga kalinya tanpa kedua teman saya karena mereka seperti tak punya semangat lagi namun seakan masih ada keinginan tersebut di hati mereka. Waktu itu dari sore cuaca amat buruk hujan deras mengguyur kota Jepara, namun niat dalm diri ini tak ada yang bisa menghalangi walaupun ada rasa khawatir tehadap dua sahabat saya, pasti mereka berfikir saya egois, tak peduli sahabat. Tapi Kalau tidak begitu saya tidak akan dapat mencapai tujuan saya. Sesampainya di sana, menemui penjaga. Salah seorang dari mereka seakan tak mau percaya Bapak Bupati Jepara bersedia memberi rekomendasi kepada saya dengan status saya yang hanya seorang sisiwi SMK di Jepara. Lama sekali saya mendapat ceramah dari penjaga itu, hati saya menangis, namun mata air saya hanya tertahan di pelupuk mata. Penjaga yang satunya sedikit memberi peluang terhadap saya sehingga nama saya diajukan ke Bupati. Saya menunggu dengan hati bimbang, seakan takut mendengar kegagalan lagi, Dan benar ketiga kalinya kegagalan ini terulang, tak tahu penjaga itu apakah berkata jujur atau bohong. Hati saya semakin menangis, mulut ini ingin seakan ingin berteriak namun terkunci rapat-rapat, mata ini berkaca-kaca namun saya tidak ingin penjaga-penjaga ini tahu. Mendengar Kegagalan itu, saya menuju ke sebuah gubuk di belakang pos penjaga itu, tempat dimana saya dan sahabat-sahabatku duduk menenangkan diri setelah menerima kegagalan. Aku termenung memikirkan apa yang harus aku lakukan dan akhirnya saya langsung menghubungi saja Bapak Bupati karena kami sering betemu di acara kesenian terutama teater. Beliau bersedia bertemu langsung dengan saya. Beliau menjanjikan dapat bertemu di Radio Kartini esok paginya pukul 07.00-07.15. Esoknya saya bertemu namun karena beliau segera bertugas surat rekomendasi yang saya berikan dibawa ajudan beliau dan akan diserahkan ke Kesmas. Siang harinya saya datang ke kesmas, namun dari pihak kesmas meminta persyaratan yang banyak sekali. Disana seakan karakter saya terbunuh. Saya dihadapkan dengan para pejabat-pejabat yang menentang keinginan saya. Saya mencoba menyuarakan pendapat saya namun apa, saya dikroyok dan hanya bisa diam dan ya. Namun apa hasilnya kesmas lebih mempersulit lagi dan prosesnya akan lama. Sehingga saya tidak mau ambil resiko terburuk saya minta lagi surat rekomendasi saya dan pulang dengan kekecewaan. Kekuasaan, Pangkat menjadi senjata mereka. Saya seakan sudah putus asa dalam usaha ini namun keinginan menggebu-nggebu dalam diri saya. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. ( Schopenhauer)
Esoknya saya mencoba membuat janji kembali dengan Bapak Bupati dan beliau bersedia, namun masalah muncul dengan kedua sahabat saya, mereka seakan masih ingin tapi ketika saya memberitahu mereka saya sudah berhasil membuat janji. Ternyata mereka mengurungkan niatnya. Tidak tahu kenapa saya merasa bersalah? Padahal itu sudah menjadi pilihan mereka. Malam itu pun saya dengan ibu saya mengunjungi rumah beliau. Alhamdulillah Penjaga tersebut bukan yang kemarin. Dan akhirnya baru malam ini saya pulang dengan membawa kebahagiaan. Benar kata Confusius “Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh” “Kesuksesan adalah Kemampuan Anda Mengatasi Kegagalan Tanpa Kehilangan Semangat untuk Mencapai Kesuksesan”. Hal ini yang Membuat saya sadar bahwa keberhasilan tidak hanya bisa diraih hanya dari satu kegagalan. Dan setiap kegagalan pada akhirnya akan memberi hikmah. Sehingga saya tidak akan lagi takut dan menyerah menghadapi kegagalan. Niat dan Semangat manjadi kunci utama.
Dua malam berikutnya saya dan dua sahabat saya datang lebih awal namun sekali lagi ternyata beliau ada acara rapat sehingga gagal untuk yang kedua kali. Kami sudah mulai mearasa letih dengan semua ini, dua sahabatku yang mulai kendor semangatnya. Yang satu seperti sudah tidak butuh, cuek, yang satunya lagi sensitif mudah tersinggung. Saya semakin serba salah dalam mengambil sikap terhadap kedua sahabat saya.
Malam berikutnya saya pun tetap berusaha ketiga kalinya tanpa kedua teman saya karena mereka seperti tak punya semangat lagi namun seakan masih ada keinginan tersebut di hati mereka. Waktu itu dari sore cuaca amat buruk hujan deras mengguyur kota Jepara, namun niat dalm diri ini tak ada yang bisa menghalangi walaupun ada rasa khawatir tehadap dua sahabat saya, pasti mereka berfikir saya egois, tak peduli sahabat. Tapi Kalau tidak begitu saya tidak akan dapat mencapai tujuan saya. Sesampainya di sana, menemui penjaga. Salah seorang dari mereka seakan tak mau percaya Bapak Bupati Jepara bersedia memberi rekomendasi kepada saya dengan status saya yang hanya seorang sisiwi SMK di Jepara. Lama sekali saya mendapat ceramah dari penjaga itu, hati saya menangis, namun mata air saya hanya tertahan di pelupuk mata. Penjaga yang satunya sedikit memberi peluang terhadap saya sehingga nama saya diajukan ke Bupati. Saya menunggu dengan hati bimbang, seakan takut mendengar kegagalan lagi, Dan benar ketiga kalinya kegagalan ini terulang, tak tahu penjaga itu apakah berkata jujur atau bohong. Hati saya semakin menangis, mulut ini ingin seakan ingin berteriak namun terkunci rapat-rapat, mata ini berkaca-kaca namun saya tidak ingin penjaga-penjaga ini tahu. Mendengar Kegagalan itu, saya menuju ke sebuah gubuk di belakang pos penjaga itu, tempat dimana saya dan sahabat-sahabatku duduk menenangkan diri setelah menerima kegagalan. Aku termenung memikirkan apa yang harus aku lakukan dan akhirnya saya langsung menghubungi saja Bapak Bupati karena kami sering betemu di acara kesenian terutama teater. Beliau bersedia bertemu langsung dengan saya. Beliau menjanjikan dapat bertemu di Radio Kartini esok paginya pukul 07.00-07.15. Esoknya saya bertemu namun karena beliau segera bertugas surat rekomendasi yang saya berikan dibawa ajudan beliau dan akan diserahkan ke Kesmas. Siang harinya saya datang ke kesmas, namun dari pihak kesmas meminta persyaratan yang banyak sekali. Disana seakan karakter saya terbunuh. Saya dihadapkan dengan para pejabat-pejabat yang menentang keinginan saya. Saya mencoba menyuarakan pendapat saya namun apa, saya dikroyok dan hanya bisa diam dan ya. Namun apa hasilnya kesmas lebih mempersulit lagi dan prosesnya akan lama. Sehingga saya tidak mau ambil resiko terburuk saya minta lagi surat rekomendasi saya dan pulang dengan kekecewaan. Kekuasaan, Pangkat menjadi senjata mereka. Saya seakan sudah putus asa dalam usaha ini namun keinginan menggebu-nggebu dalam diri saya. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. ( Schopenhauer)
Esoknya saya mencoba membuat janji kembali dengan Bapak Bupati dan beliau bersedia, namun masalah muncul dengan kedua sahabat saya, mereka seakan masih ingin tapi ketika saya memberitahu mereka saya sudah berhasil membuat janji. Ternyata mereka mengurungkan niatnya. Tidak tahu kenapa saya merasa bersalah? Padahal itu sudah menjadi pilihan mereka. Malam itu pun saya dengan ibu saya mengunjungi rumah beliau. Alhamdulillah Penjaga tersebut bukan yang kemarin. Dan akhirnya baru malam ini saya pulang dengan membawa kebahagiaan. Benar kata Confusius “Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh” “Kesuksesan adalah Kemampuan Anda Mengatasi Kegagalan Tanpa Kehilangan Semangat untuk Mencapai Kesuksesan”. Hal ini yang Membuat saya sadar bahwa keberhasilan tidak hanya bisa diraih hanya dari satu kegagalan. Dan setiap kegagalan pada akhirnya akan memberi hikmah. Sehingga saya tidak akan lagi takut dan menyerah menghadapi kegagalan. Niat dan Semangat manjadi kunci utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar