Sabtu, 17 April 2010

Essay PF ’Saya di Tahun 2025’

Tahun 2025, Sesuai Sosialisasi RPJPN 2005-2025 bahwa Visi Indonesia “INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL, DAN MAKMUR”. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila yang menjadi tuntutan misi pembangunan dalam Sosialisasi RPJPN 2005-2025 tersebut akan tercapai dengan semakin banyaknya lulusan-lulusan dari Universitas Paramadina. Saya termasuk orang yang sangat beruntung sekali setelah lulus dari sana tidak hanya berbekal ilmu pengetahuan tapi juga berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila. RPJPN mempunyai rencana pembangunan di bidang IPTEK sebgai berikut :
1. Untuk mendukung pembangan ekonomi berbasis pengetahuan yang dilakukan melalui :
• Penerapan iptek secara luas dalam sistem produksi barang dan jasa
• Pembangunan pusat-pusat keunggulan iptek
• Pengembangan lembaga penelitian yang handal
• Pengakuan terhadap hasil temuan dan hak atas kekayaan intelektual
2. Diarahkan untuk:
• Menciptakan dan menguasai iptek (ilmu dasar, terapan, sosial, dan humaniora) untuk menghasilkan teknologi.
• Memanfaatkan teknologi hasil penelitian, pengembangan, dan perekayasaan (litbang-rek)
• Mendukung pemenuhan kebutuhan di semua bidang kehidupan

Sebagai lulusan Desain Komunikasi Visual akan sangat dibutuhkan untuk mencapai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025.
Cameramen, Editor, Designer Graphic. Hal-hal yang berhubungan dengan kata-kata itu menjadi motivasi bagi saya untuk mewujudkannya. Proses adalah suatu hal yang peranannya wajib ada dalam pencapaian suatu angan. Ketekunan, keuletan, kesungguhan, semangat belajar, rasa ingin tahu, dan komitmen menjadi hal yang tidak boleh ditinggalkan, maka dari itu saya menjadikannya sebagai acuan dalam pencapaian angan tersebut. “Utamakan Proses”, dalam proses pencapaian suatu angan tentunya muncul banyak rintangan, kemampuan kita dalam menghadapi rintangan tersebutlah yang menjadi tombak tercapainya suatu angan. Rintangan adalah hal yang menentukan apakah kita layak untuk mencapaai puncak suatu angan atau tidak. Pergaulan selalu menjadi rintangan terberat dalam suatu proses, sehingga kita harus pandai menyikapinya. Tidak mudah terpengaruh hal-hal negative di lingkungan. Menyaring segala hal yang kita terima, baik didengar maupun dilihat.
Pengetahuan tidaklah cukup, maka kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, maka kita harus melakukannya.(Johann Wolfgang von Goethe) Kenapa saya lebih tertarik ke dunia Cameramen, Editor, Designer Graphic? Bukankah itu pekerjaan laki-laki? Dewasa ini adalah zaman emansipasi wanita yang telah diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini sejak dulu. Bagi saya hal itulah yang menjadi motivasi bukan kendala atau beban dalam mencapai suatu angan tersebut. Sehingga saya memilih program keahlian Multimedia di SMK Negri 3 Jepara untuk memulai perjuangan saya dalam mencapai angan. Keinginan tanpa pelaksanaan akan percuma saja. Mulai awal kelas X atas dasar rasa keingintahuan saya sehingga saya belajar dalam mengoperasikan alat rekam lebih awal. Mulai seak itu semakin tertarik bagi saya untuk mendalaminya. Hingga beberapa kali saya bertugas untuk mendokumentasikan event-event sekolah seperti, perpisahan, pentas seni dan lain sebagainya. Namun saya masih haus akan ilmu-ilmu tentang hal itu dan design visual tentunya saya melihat bahwa di Paramadina terdapat ilmu dasar Nirmana ada ketertarikan untuk mempelajarinya. Dengan demikian akan menambah nilai estetika dalam karya-karya saya kelak.
Setelah lulus dari SMK N 3 Jepara, dan dapat melanjutkan studi di Universitas Paramadina adalah suatu kebanggaan terbesar dan bisa dikatakan sebagai keberuntungan dalam hidup saya mimpi menjadi keyataan karena saya kelak akan dapat membahagiakan kedua orang tua saya sebagai wujud balas budi. Jasa mereka tiada tara, sungguh setiap hari membanting tulang demi keluarga teruma anak-anaknya agar menjadi pribadi yang berpendidikan tidak seperti mereka yang hanya dapat sekolah dasar karena keterbatasan yang dimiliki, menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya guna mencapai angan yang dimiliki. Mereka sabar dalam membesarkan kami berdua, sering kami membuat hati mereka sakit, namun perhatian dan kasih sayang yang mereka berikan tak henti-hentinya mengalir bagai aliran air. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan jalan terhadapku untuk melanjutkan pendidikan tanpa memberi beban kepada kedua orang dalam hal pembiayaan karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun begitu sulit. Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan.(Sir Francis Bacon)
Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. (Einstein). Selama menempuh pendidikan di Paramadina nanti saya akan belajar dengan tekun di Program Studi yang saya pilih yaitu Desain Komunikasi Visual. Dan setelah lulus dari Universitas Paramadina saya akan mulai merintis karier saya. Menekuni Dunia Visual lebih dalam di Studi-studio Televisi, Rumah Produksi Film/Iklan, Galeri Desain atau lainnya. Sehingga nantinya saya dapat berproduksi menghasilkan karya-karya yang memiliki nilai estetika tinggi dan nilai jual yang tinggi pula. Dan di Tahun 2025 nanti angan yang dulunya hanya sebuah mimpi akan menjadi sebuah kenyataan yang dapat membanggakan banyak orang terutama kedua orang tua yang senantiasa memberi dorongan dalam mencapai angan tersebut. Tahun 2005 nanti saya akan dinobatkan menjadi Kameramen Perempuan Terbaik / Editor Perempuan Terbaik / Designer Grapic terbaik / bahkan dapat mendirikan Rumah Produksi atau memiliki Galeri sendiri dengan modal kerja keras sebelumnya yang telah saya dapatkan dari pekerjaan sebelumnya. Namun Segala sesuatu yang ada di atas tidak selamanya diam tapi ada kalanya di bawah, sehingga di samping mengejar kebahagian dunia saya akan mengejar kebahagiaan akhirat dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan selalu berpegang teguh pada Rukun Islam dan Rukun Iman. Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. (Kahlil Gibran). Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. (Einstein)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar